Awas, Benih Tanaman Asing Beresiko Menyelundup Masuk Jawa Timur

Kepala Pusat Kepatuhan, Kerja Sama serta Info Karantina Pertanian (KKlP) Tubuh Karantina Pertanian, Arifin Tasrif, menjelaskan faksinya sudah sukses cabe hias mengambil alih beberapa benih tanaman beresiko di luar negeri yang dapat meneror pertanian di Jawa Timur.

“Ini ialah bentuk untuk jaga Propinsi Jawa Timur dari intimidasi masuknya hama penyakit tumbuhan serta hewan, baik yang masuk dari pelabuhan, bandar udara serta kantor pos yang menyebar di Jawa Timur, terutamanya di Surabaya serta Kediri,” papar Arifin pada di Kantor Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Kamis, 12 Januari 2017.

Arifin menjelaskan benih beresiko itu mempunyai potensi bawa hama penyakit tumbuhan beresiko. Bila dibiarkan, benih itu akan mengganggu produksi tanaman pangan serta hortikultura di Jawa Timur.

“Sebab kita ketahui jika di Jawa Timur ini adalah tempat produksi paling penting di Indonesia, baik tanaman pangan atau holtikultura. Oleh karenanya, sumber daya alam harus dilindungi,” kata Arifin.

Arifin menerangkan, beberapa macam benih beresiko yang diambil alih salah satunya benih padi, hortikultura, cabai, tomat, kedelai, serta tanaman hias. Penyelundup manfaatkan skema jual beli online.

“Jadi, masuk tidak ada pemiliknya atau pengirimnya, tapi barangnya tentu masuk melalui kantor pos. Karena itu langsung kita tahan sebab tidak penuhi ketetapan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992. Serta, pemesannya menyebar di semua Propinsi Jawa Timur,” sebut Arifin.

Menurut Arifin, beberapa benih tersurat dapat digolongkan ilegal sebab dokumen penting tidak dipenuhi. Pertama ialah tidak dibarengi surat fitosanitari (phytosanitary certificate) dari negara asal serta ke-2 tidak ada izin dari Menteri Pertanian.

Baca

Arifin memperjelas, harga benih tanaman ilegal itu tidaklah sampai beberapa puluh juta, tapi kekuatan untuk mengakibatkan kerusakan tanaman pertanian dapat menyebabkan kerugian sampai sampai miliaran rupiah.

“Jadi kerusakan tanaman pertanian seperti cabai, tomat serta sayur-sayuran di Jawa Timur dapat tambah lebih besar sampai sampai 200 kali lipat,” tutur Arifin.

Selain itu, Kepala Balai Besar Karantina Surabaya Eliza Roesli menjelaskan sudah musnahkan 92 paket pos semasing terbagi dalam 51,3 kg benih serta 32 tangkai tumbuhan asal 11 negara yang masuk dengan ilegal lewat empat kantor pos di Jawa Timur.

“Pemusnahan komoditas pertanian yang disebut media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina (MP-OPTK) ini dikerjakan dengan dibakar pada mesin incinerator,” papar Eliza pada di Kantor Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya.

Eliza menjelaskan, benih yang dikemas berbentuk sachet dari mulai benih tomat, cabai , strobery serta tipe sayuran yang lain diselinapkan berbentuk paket pos.

“Kesebelas negara itu ialah Amerika Serikat, Australia, Cina, Singapura, Malaysia, Thailand, Hongkong, inggris, Taiwan, Belanda serta Perancis, yang dikerjakan lewat transaksi pembelanjaan online,” kata Eliza.

Eliza menerangkan, benih-benih itu tidak hanya tidak memilki izin import pun tidak dibarengi surat fitosanitari dari negara asal yang mengatakan benih itu sehat serta aman.

“MP-OPTK yang sukses ditahan karantina ialah hasil kerjasama dengan faksi bea cukai serta kantor pos. Mengenai empat kantor pos yang disebut ialah kantor pos Juanda, Kediri, Malang serta Jember pada periode September-Desember 2016,” sebut Eliza.

Menurut Eliza, transaksi jual beli online yang mudah dan cepat membuat penambahan jumlahnya arus paket di kantor pos, terhitung komoditas pertanian sebagai sasaran check karantina.

“Searah dengan penambahan pemakaian media online, jumlahnya MP-OPTK yang masuk daerah Provinsi Jawa Timur makin bertambah. Karena itu, sesuai amanah UU Nomor 16/1992 Karantina Pertanian lakukan penambahan pengawasan serta pengaturan antar-instansi,” kata Eliza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *